Default Screen Resolution Wide Screen Resolution
Home
MEMPEDULIKAN ANGGOTA TIM PDF Print E-mail
Written by Agus Sumantri   
Tuesday, 06 May 2008

Dikutip dari Kunci Keberhasilan Pemimpin Pujian dan Musik

oleh TOM KRAEUTER

Sejauh yang saya ingat, waktu saya menjadi bagian dari tim musik di gereja kami (lebih dari dua belas tahun yang lalu) kami dapat menjadi teman terhadap satu sama lain.  Kami dapat menikmati pergaulan di antara kami.

Image Image

Sampai hari ini pun kami masih beteman dengan satu sama lain. Sesudah saya mulai bepergian secara tetap dan melayani di gereja-gereja lainnya, baru saya mengetahui bahwa keadaaan sebuah tim tidak selalu seperti itu. Selama mengadakan pelayanan keliling, saya melihat bermacam-macam keadaan, ada yang serupa dengan keadaan tim kami. Ada yang para anggotanya hanya saling bertoleransi, bahkan ada yang saling tidak menyukai. Saya bertemu dengan beberapa pemimpin tim yang merasa seakan-akan tidak ada satu orang pun dalam tim itu yang peduli terhadap dirinya.

 
Mereka merasa seakan-akan tidak dapat menyampaikan keseluruhan visi kepada para anggota tim. Sewaktu jam latihan berlangsung terjadi perselisihan; ada kalanya pula terjadi konflik pada hari Minggu pagi. Beberapa pemimpin tim ada yang mengatakan kepada saya bahwa mereka akan mengundurkan diri saja. Tragis sekali, mereka tidak menyadari pentingnya membina hubungan yang baik, solid, dan alkitabiah. Hubungan yang baik akan mengurangi kemungkinan timbulnya persoalan dalam sebuah tim. Ya, persoalan tidak akan lenyap semuanya, tetapi dapat dikurangi dengan adanya jalinan hubungan yang sebagaimana mestinya. Akan sangat mengherankan bahwa memupuk jalinan hubungan yang baik dan solid akan menyemarakkan segala sesuatu dalam dalam program pelayanan musik Saudara. Sebagai contoh, kalau saya merasa bahwa gitaris kami perlu mawas diri dan perlu meninjau ulang motivasinya karena kualitas permainannya belakangan ini menurun, ia akan lebih mudah menanggapi permintaan saya kalau ia adalah teman saya. Tetapi sebaliknya, kalau saya hanya berbicara kepadanya waktu saya merasa perlu mengoreksi dia, ia tidak akan begitu terbuka terhadap petunjuk yang saya berikan. Kalau cara bicara Saudara kepada para anggota tim seperti cara bicara seorang guru besar, Saudara akan kehilangan apa yang hendak Tuhan lakukan dalam tim Saudara. Hubungan yang diwarnai dengan kasih, kepedulian, dan keramahan harus mengiringi segala sesuatu yang Saudara lakukan sebagai satu tim. Jalinan hubungan yang seperti ini dapat meningkatkan kualitas permainan musik tim Saudara. Seorang sahabat melihat temannya melakukan yang terbaik. Mereka salingn menolong untuk mencapai potensi yang tertinggi di dalam Tuhan, dalam bidang musik sekalipun. Dari firman Tuhan dan dari pengalaman dapat terlihat jelas bahwa sikap yang salah  terhadap satu sama lain dalam jemaat akan menjadi penghalang ibadah. Tuhan sedang membangun orang-orang- NYA menjadi rumah rohani, tempat mempersembahkan persembahan rohani, tempat menaikkan pujian dan penyembahan (1 Petrus 2 :5). Kalau rumah rohani ini dibangun dengan diwarnai hubungan yang tidak benar, maka tidak akan ada persembahan rohani yang dipersembahkan disitu. Akibat seperti ini akan bertambah parah kalau hubungan yang tidak benar itu terjadi di antara para anggota tim pujian dan musik ibadah – gambaran keseluruhan jemaat. Tanggung jawab utama sebuah tim ialah dibidang ibadah. Kalau terus menerus terjadi ketidak harmonisan di dalam tim, hal tersebut akan sangat menyuramkan ibadah pujian dan penyembahan. Jadi, bagaimana Saudara dapat membina hubungan yang kuat dan solid dalam tim musik dan tim pujian? Pertama-tama, para anggota tim harus memutuskan bahwa mereka benar-benar menginginkan terjalinnya hubungan yang harmonis. Melakukan komitmen ini tidaklah mudah dan tidak selalu menarik. Tetapi hasilnya akan seimbang dengan daya upaya Saudara. Ada beberapa ide praktis yang sederhana sekali. Undanglah para anggota tim untuk makan bersama. Dengan melakukan hal ini, Saudara akan berada bersama mereka dalam suasana santai, tidak hanya dalam suasana “professional”. Ini akan memungkinkan Saudara mengenal mereka dalam keadaannya sebagai seorang pribadi, bukan sebagi musikus. Kami mengadakan acara “riungan” setiap tahun bagi para anggota tim kami beserta keluarganya masing-masing. Kami berkumpul bersama, makan, bermain bola voli, makan lagi, ngobrol, makan lagi,bermain pingpong dan makan lagi. Suasananya sangat sosial, lagi meriah. Dan ini menyemarakkan seluruh jalinan hubungan kami. Kami juga mengambil waktu untuk menjalin persahabatan dalam jam latihan. Pada mulanya ini cukup sulit bagi saya karena saya tipe orang yang cukup ketat dalam menjadwalkan waktu. Tetapi sesudah menyadari betapa pentingnya jalinan hubungan dengan satu sama lain, saya juga melihat betapa pentingnya bergembira bersama. Jadi, jam latihan kami tidak dikawal ketat oleh waktu. Kami mengambil waktu untuk menikamati persahabatan di antara kami. Berikut ini tercantum beberapa gagasan praktis lainnya. Pertama, kenalilah kehidupan pribadi anggota tim Saudara. Ketahuilah bagaimana keadaan mereka di rumah dan di tempat kerja. Kirimlah kartu ulang tahun (kalau bisa diterima tepat pada hari ulang tahun mereka) Biarlah mereka mengetahui bahwa Saudara peduli. Akan tetapi, kalau salah satu anggota tim musik kami sedang terluka atau pedih hatinya, saya akan cepat mencaritahu bagaimana saya dapat menolong. Selain itu, perkenankan para anggota tim Saudara mengetahui bagaimana keadaan Saudara. Orang-orang akan lebih cepat membuka diri kepada Saudara kalau Saudara terlebih dahulu bersikap terbuka dan jujur kepada mereka. Transparansi perlu dinulai oleh seseorang, dan orangnnya adalah Saudara. Mengapa tidak? Bukankah Saudara pemimpin pujian dan musik? Pahamilah bahwa dalam setiap perkara, Saudara tidak akan selalu sepandangan dengan semua anggota tim. Persetujuan total tidak diperlukan. Yang penting, Saudara ingat akan sebuah prinsip yang lebih penting daripada prinsip-prinsip tertentu yang tidak disetujui secara bulat. Prinsip yang lebih penting itu adalah perintah Tuhan Yesus untuk saling mengasihi. Mengasihi dan mempedulikan satu sama lain adalah motivasi yang lebih mulia daripada saling mentoleransi, sekalipun Saudara sedang merasa tidak ingin melakukannnya. Peliharalah jalinan hubungan persahabatan dalam tim pujian dan musik. Efeknya yang positif akan membuat Saudara takjub.  

Last Updated ( Friday, 12 February 2010 )
 
Next >

Polls

Bagaimana menurut anda situs ini?
 
Hal apa yang harus ditingkatkan dalam situs ini?
 

Yang Online

We have 11 guests online

Template Chooser

jc_crib_lite

Search

 

Copyright 2006 TMC-GKJ Jakarta

designed by www.madajimmy.com