| MUSISI GEREJA SEBAGAI PELAYAN IBADAH |
|
|
|
| Written by Agus Sumantri | |
| Thursday, 11 February 2010 | |
|
Musik merupakan salah satu sarana untuk mengekspresikan perasaan manusia yang lahir dari kebutuhan manusia itu sendiri. Musik yang dimaksud di sini bukan hanya nyanyian, tetapi mencakup semua unsur yang terkandung di dalamnya, seperti syair, melodi, ritme, alat music, jenis music, latar belakang munculnya satu karya, unsure vocal dan instrument , dsb. Musik Gereja secara khusus merupakan sebuah ruang kesaksian iman, tentang apa yang telah Allah lakukan dan apa yang Allah kehendaki. Hal ini pun perlu diperhatikan oleh para musisi Gereja, sehingga kehadiran mereka pun dapat menolong jemaat berjumpa dengan Allah melalui musik, dengan segala unsur yang termasuk di dalamnya. Kita perlu menyadari apa tujuan yang mau kita capai dan di mana kita ada, apakah melayani dalam ibadah atau sedang berada di atas panggung-panggung pertunjukkan.
Kehadiran para musisi dalam ibadah bukanlah “tempelan” yang sekedar memeriahkan ibadah, melainkan sebagai salah satu unsure pelayan yang bertanggung jawab atas pelaksanaan ibadah yang dirayakan. Salah satu hal yang membuat menurunnya kualitas pelayanan musik Gereja adalah kesalahan kita dalam memahami makna sebuah “pelayanan” sehingga apa yang kita presentasikan dalam ibadah terkesan asal-asalan, bahkan jauh dari kualitas yang diharapkan. Padahal, pelayanan musik di Gereja merupakan sebuah kegiatan Kristiani yang harus dilakukan dengan serius, sungguh-sungguh, dan teratur.
Persoalan pelayanan ini pun sangat dipengaruhi oleh motivasi setiap musisiyang terlibat. Pelayanan yang baik kepada Allah terwujud dengan kesungguhan kita yang mau member hati untuk terus belajar, mengembangkan diri dan talenta yang telah Allah percayakan kepada kita secara bertanggung jawab. Pelayanan yang baik dan bertanggung jawab adalah pelayanan yang selalu mencari perubahan yang inovatif bagi kemuliaan Allah. Oleh karena itu, pelayanan musik ibadah pun perlu dipersiapkan sebaik-baiknya melalui :
· Latihan yang teratur · Jadwal tugas yang jelas · Kerjasama yang baik di antara semua pihak yang terlibat, terutama di antara para musisi itu sendiri, karena pelayanan Gereja, termasuk pelayanan music, adalah pelayanan yang komunal. · Persiapan yang teratur. · Spiritualitas hidup yang baik, termasuk masalah kedisiplinan.
|
|
| Last Updated ( Thursday, 11 February 2010 ) |
| Next > |
|---|








